SH Terate Makassar

Senin, 19 November 2012

Tes Pendadaran Setia Terate Makassar



Makassar, 19 November 2012
Laporan : Wakidi dicky nugroho
Pelaksanaan  tes calon warga Persaudaraan Setia Hati  Terate cabang makassar di hadiri ratusan pendekar dari berbagai ranting wilayah Sulawesi Selatan  tanggal 18 November 2012 di Komplek SD Maccini.  Peserta Tes Pendadaran diikuti 49 siswa dan pendekar-pendekar dari ranting Makassar, Gowa, Maccini,Jeneponto, Pinrang, Polmas, Pare-pare, Pankep, Bantaeng dan Komisariat Unhas.
Panitia pelaksana Imam Rahmat menjelaskan bahwa pelaksanaan tes ini merupakan indikator penilaian siswa yang merupakan syarat menjadi pendekar tingkat 1 dengan materi-materi seperti  Senam dasar, jurus, toya, kripen, sambung dang kerohanian yang di teskan oleh panitia.
Harsono Selaku ketua cabang 64 Makassar menjelaskan kami selaku pengurus cabang mengucapkan terima kasih kepada warga yang berperan dan berpartisipasi dalam tes pendadaran ini dan sekaligus merupakan ajang silahturahmi antar warga Setia Hati Terate dari berbagai ranting dari induk cabang  Makassar agar menjaga ketentraman dan kedamaian serta mendidik siswa-siswa yang ikut tes agar terarah sehingga menjadi manusia yang berbudi pekerti yang luhur tahu benar dan salah.
Selain pelaksanaan tes pendadaran, pengurus cabang dan ranting melakukan rapat dalam pembahasan malam 10 muharam noleh intruksi pusat Madiun dan persiapan pengesahan calon warga baru Setia Hati Terate Cabang Makassar.

Selasa, 01 Mei 2012


Dalam Rangka Temu Kadang di Padepokan SH Terate, Minggu 8 April 2012
Assalamualaikum wr wb.
Saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya cintai
Alhamdulillah, malam hari ini kita bisa berkumpul di sini dalam jalinan persaudaraan yang dipenuhi rasa asah asih asuh. Persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan bertanggung jawab. Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi hegemoni keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat, juga bukan persaudaraan yang dibatasi suku, ras, agama dan antargolongan.
Semua ini, semata-mata hanya karena berkah, rakhmat, hidayah dan ridlo Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, mari kita bersama-sama memanjatkan puji syukur. Sebab hanya karena ridlo-Nya itu pulalah, kita bisa berkumpul di sini, dalam kondisi sehat wal afiat, tak kurang suatu apa pun.
Kedua, ucapan terimakasih selayaknya kita haturkan kepada perintis, pendiri dan tokoh SH Terate yang telah bersusah payah membimbing  dan mengenalkan kita pada ajaran budi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana tujuan ajaran SH Terate.
Saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya cintai
Menghadapi situasi dan kondisi yang berlangsung sekarang ini. Saya selaku Ketua Umum Setia Hati Terate mengingatkan kepada saudara sekalian, untuk tidak keluar dari alur ajaran Setia Hati Terate. Yakni, ajaran budi luhur yang berangkat dari hati yang bersih, tulus dan jujur. Dan dengan kejujuran, ketulusan dan keikhlasan hati itu pula mari kita bersama-sama membangun persaudaran di tengah-tengah kehidupan umat manusia, khususnya Keluarga Besar Setia Hati Terate.
Berangkat dari misi suci mengemban amanat budi luhur itu pula, sebagai Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, saya sudah mengambil kebijakan, baik kebijakan khusus yang diberlakukan untuk intern Setia Hati Terate, maupun mengembangkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan di luar  Setia Hati Terate.
Kebijakan intern di tubuh Setia Hati Terate, saudara bisa lihat dengan mata kepala sendiri, terutama pada program penyiapan sarana dan prasarana phisik (tata lahir). Alhamdulillah sepanjang jadi Ketua Umum Setia Hati Terate, saya sudah mewujudkan mimpi yang sudah lama saya gadhang-gdahang. Yakni membangun Padepokan lengkap dengan sarana dan prasarana pendukungnya.
Dan bangunan phisik Padepokan Agung Setia Hati Terate, alhamdulillah sudah terwujud dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bahkan di balik bangunan yang bisa saudara lihat ini, sesungguhnya saya selipkan ajaran perjalanan hidup manusia seutuhnya. Yakni konsep filosofi perjalanan hidup manusia yang terformat dalam tata lahir dan tata batin.
Mengacu pada pola konsentris dan tata ruang, Padepokan Agung SH Terate dibangun di atas tanah seluas 13.700 m2, berlokasi di Jl. Merak Nambangan Kidul, Kota Madiun. Jika ditempuh dari Alun-Alun Kota Madiun, berjarak sekitar 3 Km, arah selatan, melewati Jl. Agus Salim dan Jl. Trunojoyo terus belok ke kanan masuk ke Jl. Merak. Titik pusat lokasi padepokan, berjarak sekitar 500 meter dari gerbang masuk pertigaan Jl. Merak – Jl.Trunojoyo.
Padepokan Agung SH Terate mulai dibangun tahun 1997, dan terus berlanjut hampir selama 14 tahun. Saya sebagai  Ketua Umum SH Terate sebenarnya sudah lama berniat mewujudkan gagasan pembangunan padepokan ini. Pola konsentris dan tata ruang Padepokan Agung ini, juga saya renungkan selama belasan tahun.
Pola konsentris  dan tata ruang Padepokan Agung SH Terate terbagi menjadi empat komplek atau empat lapis.
1.Komplek Pertama : Sasana Krida Wiratama.
2.Komplek Kedua : Halaman dan Taman (Sasana Enggar Ati).
3.Komplek Ketiga : Pendopo Padepokan Agung SH Terate
4.Komplek Keempat : GOR atau gedung serba guna
Makna filosofi kontruksi empat komplek atau empat lapis kontruksi ini, melambangkan cikal bakal manusia. Yakni, manusia dibuat dari empat unsur alam. Bumi, udara, air, dan unsur api.
Saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya cintai
Filosofi Padepokan Agung SH Terate
Lapis pertama kontruksi Padepokan Agung SH Terate adalah Komplek Sasana Krida Wiratama. Lapis pertama ini terdiri dari dua buah pintu gerbang (Gapura Kembar), arena parkir kendaraan dan Sasana Krida Wiratama.
Gapura Kembar sebagai pintu gerbang masuk Padepokan merupakan lambang hukum keseimbangan alam, yang selalu terdiri dari dua sisi. Misalnya, ada siang ada malam, ada gelap ada terang, ada kaya ada miskin, ada sedih ada bahagia.
Pusat kontruksi di lapis pertama ini, adalah Sasana Krida Wiratama. Bangunan ini berbentuk arena tanding yang di salah satu sisinya (sebelah selatan) terdapat undagan berfungsi sebagai tempat duduk. Di sisi barat dan timur terdapat tugu sakembaran, sebagai pintu gerbang masuk arena. Sementara di sebelah utara terdapat undag sitinggil atau panggung bersusun beratap bangunan berarsitektur Joglo.
Sasana Krida Wiratama berfungsi sebagai arena tanding pendekar SH Terate. Atau arena gladi (wahana evaluasi) ketangkasan olah jurus (pebo), setelah pendekar SH Terate belajar pencak silat selama tenggang waktu yang telah ditentukan. Arena ini difungsikan untuk menggelar pertandingan pencak silat antar pendekar SH Terate (SH Terate Cup). Di arena ini pula digelar even paling bergengsi SH Terate, bertajuk Adu Bebas Profesional memperebutkan Sabuk Emas SH Terate.
Pada saat digelar pertandingan pencak silat, tepat di tengah-tengah arena didirikan panggung gladi tanding, berbentuk ring segi enam. Ketinggian panggung, sekitar setengah meter dari lantai.
Awalnya, di lokasi arena tanding dibangun parit berbentuk segi empat, mengelilingi pusat arena. Parit itu berfungsi sebagai standardisasi  penentu kalah menang dalam even Adu Bebas. Bagi pendekar yang tercecar lawan dan jatuh terjebur parit berisi air, maka dia dinyatakan kalah. Namun, karena pertimbangan faktor keselamatan dan keamanan pesilat yang berlaga, parit itu akhirnya ditutup dan sekarang kontruksi pusat arena tanding dibuat datar.
Sejak dibangun, ratusan pendekar SH Terate telah menunjukkan ketangkasannya dalam olah kanugaran di tempat ini. Krida Wiratama juga telah melahirkan puluhan pesilat pilih tanding yang berhasil meraih prestasi di pertandingan pencak silat di luar even SH Terate. Misalnya, menjuarai even pencak silat tingkat regional, nasional maupun internasional.
Sedangkan, undag panggung beratap Joglo, difungsikan untuk menggelar acara pertunjukkan bernuansa seni dan hiburan. Misalnya permainan tunggal, permainan ganda maupun jurus beregu.
Di panggung itu pula setiap tahun, SH Terate menggelar pertunjukkan wayang kulit untuk memeriahkan acara tasyakuran warga baru. Pagelaran wayang kulit dengan mengundang dalang ternama ini diproyeksikan untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur, disamping memberikan hiburan berisi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat luas.
Sementara, sebagai pendukung Sasana Krida Wiratama di sisi kanan panggung, terdapat ruang ganti, di sisi kiri dibangun ruang sekretariat. Mengapit arena tanding kiri dan kanan, ada halaman kosong cukup luas, difungsikan sebagai arena parkir kendaraan.
Makna filosofi Padepokan Agung Setia Hati Terate ini sekarang sedang saya coba bukukan. Semoga dalam waktu dekat bisa dicetak dan bisa saudara baca dan pelajari.
Selain itu, Setia Hati Terate juga sudah menyiapkan prasarana lain berupa penginapan atau hotel. Selain untuk Keluarga Besar Setia Hati Terate, penginapan itu juga diperuntukkan untuk umum. Kemudian, jika saudara lapar, Setia Hati Terate telah membuka Depot SH Terate. Untuk mensejahtarakan anggota, kita dirikan Koperasi Terate Manunggal.
Tak berhenti sampai di situ, mendukung program wajib belajar, demi ikut mencerdaskan bangsa, Setia Hati Terate juga mendirikan lembaga pendidikan formal berupa SMA Kusuma Terate. Sedangkan, untuk melengkapi keberadaan kita sebagai mahluk Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Setia Hati Terate membangun sebuah Masjid Umar Al Faroq, berlokasi di samping Padepokan Agung Setia Hati Terate ini.
Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan membangun Pusat Pendidikan dan pelatihan Pecak Silat Setia Hati Terate. Lahannya seluas 1 hektare  sudah tersedia, di depan agak kesamping barat Padepokan Setia Hati Terate.
Di bidang kesehatan warga, Setia Hati Terate Pusat Madiun akan membangun klinik SH Terate. Kemudian, karena kita sadar bahwa manusia hidup itu pasti akan mati, karena kita sadar bahwa kematian itu hukumnya wajib bagi makhluk hidup, saya sudah mulai menyiapkan sarana dan prasarana untuk sangune pati. Baik untuk intern Keluarga Besar SH Terate maupun untuk masyarakat.
Untuk intern Keluarga Besar Setia Hati Terate, saya sudah siapkan lahan khusus yang dimanfaatkan  untuk makam. Sedangkan untuk masyarakat, sejalan dengan dharma kemanusiaan, Setia Hati Terate telah menyiapkan armada (mobil) ambulan dan mobil jenazah. Armada ini diperuntukkan masyarakat umum. Siapa saja bisa meminjam dan memakainya tanpa dipungut biaya alias gratis.
Semua kebijakan yang telah kami lahirkan dan jalankan ini, pada prinsipnya mengacu pada proses perjalanan hidup manusia. Yakni, manusia yang tidak hanya berfikir terus menerus mencari pemenuhan kehidupan ragawi (sangune urip), tapi juga sadar untuk berfikir sangune pati.
Saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya banggakan Mempertahankan martabat dan harga diri dalam hidup ini memang harus kita perjuangkan. Tapi dalam mempertahankan harga diri dan martabat ini, kita juga harus berfikir kepentingan orang lain. Karena di samping kita masih banyak orang lain yang memiliki kepentingan sama dengan kita.
Dari dulu Setia Hati Terate maunya disanjung dan dihargai. Nah, sekarang sudah saatnya kita menyanjung dan menghargai orang lain. Mari kita bersama-sama berlomba untuk menyenangkan orang lain. Membahagiakan sesama. Gawe seneng marang sakpadha-padhane tumitah. Sebab, sopo kang bisa gawe seneng marang wong liyo, mangko wong itu bakal disenengi Gustine. Pelajaran ini sudah saya pasang di Padepokan Setia Hati Terate. Bunyinya, “Ojo Sok Gawe Ala Ing Liyan, Apa Alane Gawe Seneng Ing Liyan.”
Saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya cintai
Mari kita jadikan malam temu kadang ini sebagai wahana evaluasi diri. Bersama-sama, mari kita akhiri hal-hal yang negativ dan kita tatap masa depan dengan penuh optimisme.
Sebab, tugas kita mengemban amanat budi luhur terbentang di depan mata. Jika diibaratkan sebagai pelagan dharma atau perjuangan memperkokoh eksistensi kemanusiaan, yakinlah, tantangan itu terbentang di depan mata. Baik tantangan yang berwujud pergeseran nilai sebagai dampak era transformasi, maupun tantangan yang lahir dari diri kita sendiri sebagai titah sakwantah (makhluk universal).
Saya perlu mengingatkan kepada saudara saudaraku, segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada di luar diri kita. Tapi ada di dalam diri kita sendiri. Sebab, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Hawa nafsunya sendiri. Dalam priambole SH Terate dikatakan “…dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bulanlah insan, makhluk atau kekuatan yang di luar dirinya.”
Pada sambutan saya di pengseahan warga baru bulan Muharram kemarin, saya mengajak saudaraku di manapun berada, mari kita jadikan tanggal 1 Suro atau 1 Muharram sebagai Hari Kelahiran SH Terate. Tujuannnya, agar Keluarga Besar SH Terate selalu ingat bahwa bulan Suro atau Muharam itu “bulan tirakat”, bulan “mesu budi”, kemudian, hari-harinya selalu disibukkan dengan berdoa, mesu budi dan mendekat kepada Allah, sehingga Allah, Tuhan Yang Maha Esa mengangkat derajat kita ke derajat tertinggi. Kedua, agar SH Terate ikut didoakan masyarakat banyak yang pada malam 1 Suro melakukan tirakatan, sehingga SH Terate akan tetap jaya, kekal abadi selama-lamanya. Sebab, kita yakin, kekuatan dan kesaktian tertinggi manusia tidak ada lain kecuali doa.
Perlu saya tegaskan, Setia Hati Terate ini dirintis oleh tokoh perjuang Perintis Kemerdekaan. Yakni Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Semula, bernama Setia Hati Seport Club. Kemudian tahun 1942 berubah jadi SH Terate. Dan masuk tahun 1948 berubah jadi organisasi Setia Hati Terate, dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate.
Meski Setia Hati Terate ini sempat berubah-ubah nama, namun pelajaran yang diajarkan kepada warganya sama. Bersumber pada ajaran Setia Hati (SH). Karena Ki Hadjar Hardjo Oetomo memang murid dari Ki Ageng Soera Diwirjo (pendiri SH). Artinya, pelajaran jurusnya dari dulu sama. Tidak pernah berubah.
Masuk tahun 1956, muncul tokoh Setia Hati Terate, bernama Pak Irsyad. Beliau adalah pendekar Setia Hati Terate yang menguasai teknik bela diri. Pada saat Pak Irsyad menjadi Ketua Setia Hati Terate inilah tercipta senam dari senam I (satu) hingga 90 (embilan puluh). Kemudian, ada penyempurnaan efektifitas garakan dalam jurus. Misalnya, pukulan mbandul dirubah jadi swing. Tapi perubahan ini tidak bergeser dari gerakan dasar jurus yang asli. Gerakan jurusnya dari dulu sampai sekarang masih tetap sama.
Penggalian afektivitas gerak dalam jurus Setia Hati Terate ini, dipertahankan saat siswa Pak Isyad, yakni alm, Mas Imam Koesoepangat mulai tampil memimpin Setia Hati Terate. Saya sendiri merupakan siswa pertama dari Mas Imam. Jadi saya tahu persis. Dan, sejak Pak Irsyad menyempurnakan gerakan, mencipta senam, dari dulu tidak ada warga yang mempersoalkan. Karena mereka paham, secara prinsip gerakannya sama.
Tapi belakangan ini, saya tidak habis fikir, di kalangan kadang Setia Hati Terate sendiri mulai muncul friksi yang mempersoalkan antara jurus lama dan jurus baru. Saya tegaskan, tidak ada istilah jurus lama dan jurus baru di Setia Hati Terate. Tidak ada istilah perubagan jurus di Setia Hati Terate. Dari dulu pelajaran jurus Setia Hati Terate, sama.
Saya tidak ingin friksi ini terus berkembang. Mari kita sudahi sampai di sini. Saya tidak ingin kadang Setia Hati Terate ngelek-ngelek Setia Hati Terate. Saya ingin kadang Setia Hati Terate guyub rukun.
Yang patut dicatat pula, pada tahun 1963, Setia Hati Terate berhasil menciptakan Mars SH Terate. Lagu itu diciptakan oleh Mas Imam dan aransmennya diciptakan oleh Adi Yasco. Mars SH Terate ini pertama kalai dikumandangkan dalam acara Pagelaran Keseniah Setia Hati Terate di Gedung Basuki, Jalan Sulawesi Madiun.
Terakhir, didikan Setia Hati Terate sebenarnya membangun jiwa patriot. Membangun jiwa pemimpin. Setia Hati Terate mendidik warganya untuk jadi pemimpin yang memegang teguh ajaran Hasta Brata. Rela memberi makan warga yang kelaparan, melindungi dan membuat ketentraman di masyarakat dan setiap saat berani tampil ke depan untuk menbela kebenaran.
Karena itu, saudara saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate yang saya cintai, sudah saatnya sekarang ini warga Setia Hati Terate berani tampil ke depan menjadi pemimpin masyarakat. Konsekuensi dari niat luhur ini, saya perlu hibau dan sarankan, jika ada saudara kita Keluarga Besar Setia Hati Terate yang macung (maju ikut jadi kontestan) dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), Pemilihan Kepada Daerah (Pilbup atau Pilwalkot), Pemilihan Gubernur, hingga macung dalam Pemilihan Presiden RI, tidak ada kata lain, kecuali mari kita dukung dan pilih bersama-sama.
Pernyataan ini perlu saya kumandangkan dengan satu tujuan menjaga keutuhan Keluarga Besar Setia Hati Terate. Soal kalah menang, yakinlah itu urusan Allah SWT. Ibaratnya, martabat kita tetap akan terjaga dan diperhitungkan jika kita bersatu baik menang atau kalah. Sebaliknya, kita tak lagi diperhitungkan jika bercerai berai. Apalagi, pilihan kita kalah.
Sejalan itu, bagi saudara-saudaraku Keluarga Besar Setia Hati Terate, yang karena suatu alasan tertentu punya pilihan berbeda, tolong besikaplah diam dan jangan tunjukkan kalau saudara berseberangan dengan saudara-saudara yang lain.
Akhirnya, sebelum mengakhiri fatwa saya, mari kita bersama-sama bersemboyan.
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR, SELAMA BUMI MASIH DIHUNI MANUSIA,
SELAMA ITU PULA SH TERATE,  TETAP JAYA, KEKAL ABADI, SELAMA-LAMANYA.
Wassalamualaikum  Wr  Wb
Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun
H. TARMADJI BOEDI HARSONO,S.

Selasa, 22 November 2011

Tes Calon Warga SH Terate Makassar di halaman Museum kerajaan Gowa

Makassar, 21 November 2011
Liputan: Wakidi Dicky Nugroho 96

Pelaksanaan tes calon warga Setia Hati Terate cabang 64 Makassar di tempatkan di Museum Kerajaan Balla Lompoa kab Gowa.Propinsi Sulawesi selatan, Minggu 20 November 2011. "peserta terdiri dari beberapa ranting misalnya dari ranting Gowa, Macini, Pangkep, Bantaeng, Pare-pare, Jeneponto, Pinrang dan komisariat Unhas. selain itu peserta yang mengikuti sebanyak 31 orang dan para pendekar warga berjumlah ratusan orang "jelas Sunaryo ketua Panitia tes Calon warga. Menurut ketua panitia  pula bahwa pencak silat yang di lakukan ini juga menarik wisata pengunjung museum istana kerajaan Gowa yang merupakan situs sejarah ini. Salah satu warga dari ranting parepare kadang Sudarno menjelaskan bahwa keikut sertaanya mengikuti kegiatan tersebut sebagai tali silahturahmi dengan para pendekar-pendekar dari ranting lain yang sekian lama tidak pernah ketemu dan kecintaannya dalam mengembangkan SH Terate dimanapun.

Ketua Cabang Harsono menjelaskan bahwa tes warga ini sebagai persyaratan siswa untuk meraih gelar pendekat tingkat satu dan merupak tes bahwa siswa tersebut telah mampu memenuhi syarat-syarat  lainnya yang telah diarahkan oleh panitia.",selain itu pula setelah tes ini bulan  Desember depan akan diadakan pengesyahan para calon warga yang mengikuti tes ini," tutur Kadang sepuh  Harsono.

Senin, 11 Juli 2011

Pencak Silat setia Hati Terate Makassar Tes naik tingkat putih

IMG01162-20110710-1657.jpgMakassar, 10 Juli 2011
Persaudaraan setia hati terate cabang 64 makassar melakukan tes kenaikan tingkat ke sabuk putih di istana tamalate balla lompoa gowa. Ketua panitia sri hakasa menjelaskan tes kenaikan sabut ini dilakukan rutin sesuai scedull program yang diterapkan cabang makassar. Dalam tes ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari ranting macini makassar, gowa, pangkep,jeneponto,bantaeng, pare, dan komisariat unhas.Dijelaskan pula selain tes kegiatan ini sebagai anjang sana atau silahturahmi kadang tua dan muda dengan jumlah ratusan orang. Kedepan sh terate makassar akan membangun padepokan yang sekaligus sebagai sekretariat dan tempat latihan. Menurut ketua  cabang 64 makassar kadang Harsono  keluarga besar sh terate juga akan mempunyai banyak program kerja demi kemajuan sh terate di makassar misalnya sarasehan bersama, pembangunan padepokan dan sh cup.

Selasa, 28 Juni 2011

Sarasehan dan rapat pembentukan panitia Tes Putih cabang 64 Makassar

Makassar, 28 Juni 2011
Ketua Cabang Harsono akan melakukan koordinasi dan sarasehan dalam rangka persiapan tes kenaikan ke putih, hal tersebut di sampaikan wakil ketua Sri Hakasa dalam informasnya di kediamannya di kota PAngkep.

adapun rapat koordinasikan dilaksanakan pada hari kamis jam 20.00 wita di ruang meeting kantor Tribun Timur sekaligus silahturahmi pada awak redaksi koran Tribun Timur yang nomor satu di Makassar. Dalam rapat koordinasi tersebut akan di undang seluruh ranting cabang 64 Makassar. meliputi makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Sulbar, Pangkep, Maros dan Parepare.
 Selain pembentukan PAnitia Kenaikan tingkat, para pengurus juga akan mendiskusikan pembangunan padepokan SH terate yang sudah memiliki lokasi di belakang Kodam wirabuana. dengan membuat konsep, plan dan kepanitian pembangunan, jelas Sri Hakasa.

Kamis, 13 Mei 2010

Buka Alas Wonotallo kanggo Padepokan Setia Hati Terate Cabang Makassar

Membangun Padepokan "Setia Hati Terate " Makassar

Makassar, 13 Mei 2010

Persaudaraan Setia hati Makassar  cabang  64 Makassar akan membangun padepokan  di Tallo, Belakang Kodam VII Wirabuana, Makassar.(dicky)